Kegiatan Workshop Eco Enzyme oleh Tim JPIC Bruder MTB

Kegiatan yang dipandu oleh Br. Gerardus, MTB ini dilaksanakan pada tanggal 9 April 2021 pukul 10.00 – 12.00 WIB bertempat di ruang guru. Br. Gerardus, MTB merupakan perwakilan tim JPIC (Justice, Peace, and Integrity of Creation) Kongregasi Bruder MTB. 

br.gerardus
Br. Gerardus, MTB

Apa itu Eco Enzyme ?

Eco Enzyme adalah olahan enzim dari sampah organik yang dapat digunakan sebagai pembersih organik. Eco-enzyme berupa cairan hasil fermentasi limbah dapur organik, seperti ampas/kulit buah-buahan, sayuran, gula (gula merah/gula aren/tebu organik), dan air.

IMG_20210409_114832

Kegiatan Penyemprotan Eco Enzyme
di Lingkungan SMA Santo Paulus

Kegiatan ini menjadi inspirasi dari tim JPIC MTB yang bekerja sama dengan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan hidup untuk diperkenalkan dan diterapkan di komunitas, sekolah, asrama dan unit karya yayasan. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, diselenggarakanlah workshop yang dipandu oleh Br. Gerardus, MTB bersama guru dan karyawan SMA Santo Paulus Pontianak. Kegiatan diawali dengan melakukan penyemprotan di taman, kolam ikan, halaman sekolah, ruang kelas, ruang guru, ruang wakasek, ruang kepsek, laboratorium, ruang TU, perpustakaan, dan berbagai ruang lainnya. Sosialisasi pengenalan eco enzyme dilaksanakan setelah proses penyemprotan selesai.

Sosialisasi Bersama Guru dan Karyawan

Br.Gerardus, MTB

Proses Pembuatan Eco Enzyme

Sosialisasi Eco Enzyme

Metode pengolahan Eco Enzyme ini dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik (Organic Africulture Association) di Thailand. Beliau telah meneliti eco enzyme yang merupakan sampah organik yang diolah sehingga menghasilkan enzyme selama lebih dari 30 tahun. Beliau mendorong agar temuannya ini dapat mengurangi potensi global warming.

5ecd04a62cd0a
Dr. Rosukon Poompanvong

Gerakan Hidup Bersih, Sehat, dan Ramah Lingkungan

Eco enzyme diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr.Joean Oon, seorang peneliti naturopati dari Penang, Malaysia. Naturopati adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan di mana sakit penyakit atau kelainan yang ditampakkan oleh reaksi tubuh, dipelajari secara keseluruhan termasuk lingkungan hidup dan sebab akibatnya sehingga muncul reaksi tubuh sebagaimana ditampakkan. Dr. Joean Ooon telah melakukan uji klinis terhadap eco enzyme. Eco enzyme ini dapat mengurangi semua polutan di atmosfer (udara), air, dan tanah, bahkan memberi pengaruh positif pada kesehatan manusia, hewan, serta menyingkirkan hama tanaman. Dengan perbandingan 1 : 1000 liter (eco Enzyme : air ), semprotan eco enzyme dapat menguraikan polutan.

Dr. Joean Oon

Tujuan dan manfaat membuat eco enzyme:

  • Menyelamatkan planet bumi dari kerusakan polusi.
  • Mengurangi beban bumi dan bergaya hidup minim kimia sintetis.
  • Dapat digunakan sebagai cairan pembersih alami pakaian, perabot RT, lantai, dsb. Namun, perlu diingat untuk tidak menyimpan cairan eco lebih dari 7 hari setelah digunakan karena akan menimbulkan bakteri.
  • Sebagai pupuk organik tanaman.

“Kurangi Sampah demi Melindungi Ibu Bumi”

Br. Gerardus, MTB

Praktik Pembuatan Eco Enzyme

Bahan dan alat yang dibutuhkan:

  • 3 kg buah dan sayuran dengan komposisi 80% kulit buah-buahan (minimal 5 jenis buah) dan 20% sayuran.
  • gura aren 1 kg (gula organik).
  • 10 liter air hujan atau air yang tidak terkontaminasi bahan kimia.
  • wadah besar 15 liter yang tertutup.

Cara Pembuatan:

  • Cuci bersih sayuran dan buah-buahan, kemudian potong sehingga ukurannya lebih kecil.
  • Iris gula aren supaya mudah larut dalam air.
  • Campurkan semua bahan ke dalam wadah besar yang telah berisi air. Aduk secara merata dan tutup di tempat yang aman dan jauh dari panas.
  • Campuran larutan ini harus diaduk seminggu sekali selama satu bulan.
  • Setelah sebulan wadah ditutup rapat.
  • Eco enzyme ini dapat digunakan setelah 2 bulan kemudian.