SMA Santo Paulus Pontianak

Sekali Santo Paulus Tetap Santo Paulus

MPLS 2025: Membangun Kesan Tak Terlupakan di Hari Ketiga

Hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 di SMA Santo Paulus Pontianak berlangsung dengan suasana yang sangat meriah, menyenangkan, dan penuh kehangatan. Kegiatan pada hari ini benar-benar dirancang untuk memberikan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta sebagai penutup dari rangkaian MPLS yang telah mereka jalani selama tiga hari.

Senam Anak Indonesia Hebat dulu~

Pagi hari diawali dengan kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat di lapangan sekolah. Suasana ceria langsung terasa ketika seluruh peserta dan panitia bergerak bersama mengikuti irama lagu yang penuh semangat. Aktivitas ini bukan hanya sekadar olahraga pagi, melainkan juga ajang membangun keakraban antar peserta dan panitia, sambil menanamkan semangat hidup sehat yang positif.

Usai senam pagi, seluruh peserta diarahkan menuju Gedung Bina Remaja untuk mengikuti sesi perkenalan pengurus OSIS/MPK yang nantinya akan banyak berperan dalam berbagai kegiatan sekolah ke depan. Tidak hanya sekadar memperkenalkan nama dan jabatan, OSIS/MPK juga berbagi pengalaman serta semangat kepemimpinan yang menginspirasi.

Sesi Materi, Nambah Insight Baru!

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan Lembaga Bina Antarbudaya, sebuah organisasi yang membuka wawasan siswa tentang peluang pertukaran pelajar dan kegiatan kepemudaan internasional. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi penting dari Bapak Marselinus Sejak tentang perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi dan sumber belajar yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

Agar suasana tetap cair dan menyenangkan, setiap pergantian materi selalu diselingi dengan gerakan jingle MPLS secara bersama-sama. Gerakan ini seolah menjadi ciri khas MPLS tahun ini yang tak hanya mempererat kekompakan, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih hidup dan menyenangkan.

Outbound Seru!

Setelah kegiatan di Gedung Bina Remaja selesai, para peserta kembali ke kelas masing-masing untuk beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang. Waktu istirahat ini juga dimanfaatkan untuk bersiap-siap menghadapi dua agenda utama di siang hingga sore hari, yaitu Outbound dan Latihan Pentas Seni (Pensi). Mereka juga diberi kesempatan untuk mengenal panitia melalui permintaan tanda tangan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, seluruh peserta MPLS berkumpul kembali di lapangan sekolah untuk memulai kegiatan Outbound. Kegiatan ini dirancang dengan tujuan utama membangun kekompakan, melatih kerja sama, dan meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam suasana yang santai namun tetap menantang. Ada lima pos permainan yang harus dilalui, masing-masing menawarkan tantangan unik yang membutuhkan strategi dan kolaborasi kelompok.

Beberapa permainan outbound di antaranya: Permainan mengeluarkan bola dari keranjang menggunakan sumpit, yang menguji kesabaran, koordinasi, dan kekompakan tim; permainan memindahkan sedotan dengan menggunakan area atas mulut ke dalam botol, yang mengundang gelak tawa karena lucu sekaligus sulit. Walaupun cukup melelahkan, namun semangat peserta tak pernah surut. Justru keletihan mereka terbayar dengan kegembiraan, tawa, dan pengalaman baru yang sangat berkesan.

Pentas Seni yang Ditunggu-tunggu!

Menjelang pukul 17.00 WIB, peserta kembali ke kelas untuk beristirahat, berganti pakaian, dan makan malam. Mereka pun mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menghadapi agenda puncak Pentas Seni (Pensi) yang digelar di halaman depan gedung sekolah. Panggung yang telah disiapkan sejak hari sebelumnya tampak meriah dengan tata lampu dan dekorasi yang mendukung suasana pesta kreativitas ini.

Setiap kelompok MPLS menampilkan berbagai penampilan yang sangat kreatif, unik, dan menghibur. Ada yang menampilkan flash mob dengan gerakan enerjik, ada juga yang tampil lebih syahdu dengan musikalisasi puisi, bahkan ada yang menyuguhkan drama musikal mini hingga penampilan vokal yang memukau. Seluruh penampilan mendapat sambutan hangat, baik dari sesama peserta, panitia, maupun guru yang turut hadir menyaksikan.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi selama MPLS, panitia memberikan nominasi penghargaan bagi individu yang dinilai menonjol:

Panitia Terbaik: Priskila Y. Gumas (Ketua Panitia MPLS 2025), Prita Laura, dan Bernice Aurelia Permata

Best Mentor: Agustinus Yongki, Merthania Heiga, Wilhelmus Billy Danuarta

Best Female Lead: Liviana Shierly (Kelompok Bebas)

Best Male Lead: Nelson Jess Steven (Kelompok Langit Biru)

Apresiasi ini menjadi bentuk motivasi bagi semua peserta untuk terus menunjukkan bakat, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan.

Akhir dari rangkaian MPLS ditandai dengan prosesi pemasangan almamater sekolah kepada perwakilan peserta. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti pemasangan almamater secara serentak, sebagai simbol resmi bergabungnya mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMA Santo Paulus Pontianak.

Sebagai penutup, suasana dibuat semakin meriah dengan peluncuran kembang api yang menghiasi langit malam, menciptakan momen penuh haru dan kebanggaan yang sulit dilupakan oleh seluruh peserta maupun panitia.

Melalui tiga hari penuh kegiatan positif, MPLS 2025 bukan hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk kebersamaan, keberanian, kreativitas, dan kekompakan antar siswa baru. Semangat, tawa, bahkan lelah yang dirasakan sepanjang kegiatan menjadi bekal awal untuk melangkah dalam perjalanan baru mereka di SMA Santo Paulus Pontianak.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *